Panduan Lengkap Memasang WordPress di cPanel

WordPress adalah sistem manajemen konten yang paling banyak dipakai di web. Kalau hosting Anda memakai cPanel, ada dua cara utama untuk memasangnya: memakai installer otomatis yang tersedia di cPanel, atau memasang secara manual. Panduan ini membahas keduanya, lalu menutup dengan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan segera setelah instalasi.

Persiapan

  • Domain sudah diarahkan ke server hosting (nameserver atau record A sudah benar).
  • Akses login cPanel dari penyedia hosting.
  • Versi PHP yang didukung WordPress. WordPress.org merekomendasikan PHP versi terbaru yang masih didukung, MySQL 8.0+ atau MariaDB 10.6+, serta dukungan HTTPS.

Pastikan juga SSL sudah aktif untuk domain Anda. Di cPanel, AutoSSL biasanya menerbitkan sertifikat otomatis beberapa saat setelah domain mengarah ke server.

Cara 1: Memakai installer di cPanel

Banyak server cPanel menyediakan alat instalasi WordPress, misalnya WordPress Toolkit, Softaculous, atau WordPress Manager (nama dan ketersediaannya tergantung penyedia). Langkah umumnya:

  1. Login ke cPanel, lalu cari menu WordPress di bagian Software atau Applications.
  2. Pilih Install, tentukan domain dan protokol https://.
  3. Kosongkan kolom direktori jika WordPress ingin dipasang di root domain.
  4. Isi judul situs, username admin, dan email. Hindari username “admin” dan gunakan password panjang yang dibuat oleh password manager.
  5. Jalankan instalasi, lalu buka halaman /wp-admin untuk login.

Installer akan membuat database, user database, dan file wp-config.php secara otomatis.

Cara 2: Instalasi manual

Cara manual berguna jika installer tidak tersedia atau Anda ingin memahami prosesnya.

Langkah 1: Buat database

Buka Manage My Databases (atau Database Wizard) di cPanel. Buat database baru, buat user database dengan password kuat, lalu tambahkan user tersebut ke database dengan hak All Privileges. Catat nama database, nama user, dan password-nya.

Langkah 2: Unggah file WordPress

Unduh paket terbaru dari wordpress.org. Di cPanel, buka File Manager, masuk ke folder public_html (atau document root domain Anda), unggah file zip, lalu ekstrak. Pindahkan isi folder wordpress ke document root jika ingin situs tampil di domain utama.

Langkah 3: Jalankan instalasi

Buka domain Anda di browser. WordPress akan menampilkan wizard instalasi: pilih bahasa, lalu masukkan nama database, user, password, dan host database (umumnya localhost). Ubah prefix tabel jika diinginkan. Setelah itu isi judul situs dan akun admin, lalu klik Install WordPress.

Alternatif: WP-CLI

Jika penyedia mengizinkan akses SSH, WP-CLI mempercepat instalasi dengan perintah seperti wp core download, wp config create, dan wp core install. Cara ini cocok untuk Anda yang terbiasa dengan terminal.

Setelah instalasi: langkah wajib

  1. Atur alamat situs ke HTTPS di Settings → General, dan pastikan semua halaman terbuka lewat https.
  2. Atur permalink ke format yang ramah pembaca, misalnya Post name.
  3. Hapus konten contoh seperti postingan “Hello world” dan plugin yang tidak dipakai.
  4. Perbarui semuanya: core, tema, dan plugin. Aktifkan pembaruan otomatis untuk plugin yang Anda percaya.
  5. Pasang plugin seperlunya, hanya dari sumber resmi seperti direktori wordpress.org atau pengembang tepercaya. Hindari plugin “nulled” atau bajakan karena sering berisi malware.
  6. Siapkan backup, baik dari fitur hosting maupun plugin backup yang menyimpan salinan di lokasi terpisah.
  7. Batasi percobaan login dan pertimbangkan autentikasi dua faktor untuk akun admin.

Masalah yang sering muncul

  • “Error establishing a database connection”: periksa kembali nama database, user, password, dan host di wp-config.php, serta pastikan user sudah ditambahkan ke database.
  • Peringatan “not secure” atau mixed content: pastikan alamat situs memakai https dan tidak ada gambar atau skrip yang masih dimuat lewat http.
  • Batas unggah terlalu kecil: nilai upload_max_filesize dan post_max_size bisa diatur lewat MultiPHP INI Editor di cPanel, sesuai batas dari penyedia.
  • Layar putih: biasanya karena plugin atau tema yang bermasalah. Aktifkan log error atau nonaktifkan plugin dengan mengganti nama foldernya sementara.

Penutup

Memasang WordPress di cPanel bisa selesai dalam beberapa menit. Yang lebih penting adalah apa yang Anda lakukan setelahnya: memakai HTTPS, rutin memperbarui, membatasi plugin, dan menyiapkan backup. Paket WordPress di Kudo sudah disiapkan dengan PHP terbaru dan SSL otomatis.

Referensi

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top